Sejarah Perkembangan Lukisan Cat Minyak Barat Ⅱ

Sep 07, 2021

Tinggalkan pesan


4. Periode neoterik awal

Perkembangan seni lukis cat minyak mempunyai tren baru pada abad ke-19, yang terutama tercermin pada perubahan warna lukisan cat minyak. Pelukis Inggris, Constable, adalah orang pertama yang langsung menggunakan lukisan cat minyak untuk membuat sketsa di luar ruangan guna mendapatkan pengalaman warna yang kaya. Dia menyandingkan warna dengan sapuan kuas kecil secara lokal untuk mencampurkannya menjadi blok warna yang lebih cerah, dan gambarnya jauh lebih cerah daripada warna coklat klasik.

 

 

5. Zaman Neoterik Akhir

Namun, pada akhir abad ke-19, lukisan cat minyak Barat telah mengalami perubahan mendasar. Lukisan cat minyak tidak lagi menjadikan peniruan alam dan reproduksi alam sebagai prinsip penciptaan seni, tetapi mengambil gambaran artistik lukisan cat minyak yang dikonstruksikan secara bebas oleh para pelukis sebagai realitas baru. Mereka menggunakan lukisan cat minyak sebagai media untuk mengekspresikan dunia spiritual dan emosional serta mengkonstruksi karyanya dengan metode seperti imajinasi dan fantasi.

Van Gogh, pelukis perwakilannya, adalah orang pertama yang meninggalkan model lukisan cat minyak tradisional setelah kaum Impresionis. Dengan sapuan kuasnya yang tergesa-gesa, dia mengisi warna-warna yang kuat dan cerah dengan rasa kekuatan yang kuat dan mengungkapkan kegelisahan emosional batinnya.

 

 

6. Era modern 

Dalam lukisan cat minyak modern abad ke-20, konsep artistik yang berbeda membentuk genre yang berbeda, dan bahasa formal lukisan cat minyak sangat dihargai. Dari sejarah seni lukis cat minyak Barat ratusan tahun terakhir ini, kita dapat melihat bahwa lukisan cat minyak telah berkembang hingga zaman modern, dan tak terhitung banyaknya genre yang bermunculan dan tergantikan satu per satu. Selama alat dan bahan lukisan cat minyak digunakan sebagai media pemodelan, seniman dapat menciptakan tampilan gambar minyak apa pun.

 

Ekspresionisme, salah satu aliran seni modern yang penting. Genre sastra dan seni populer di Jerman, Prancis, Austria, Eropa Utara, dan Rusia pada awal abad ke-20. Senimanlah yang fokus mengekspresikan emosi batinnya melalui karya-karyanya dengan mengabaikan gambaran bentuk bendanya. Oleh karena itu, praktik memutarbalikkan dan mengabstraksi realitas terutama digunakan untuk mengekspresikan emosi ketakutan. Atas nama Munch, teriak (versi keempat).


Canva - null_